Mendaki Gunung Fuji, Jepang.

First Post!!

Dan yang mendapatkan kehormatan untuk dibahas pertama kali di blog ini adalah tentang pengalaman mendaki Gunung Fuji di Jepang, untuk selanjutnya saya akan menyebutnya dengan Fuji-san…mengapa? karna dia meninggalkan kesan penting dalam hidup saya.. lebay ya? emang,,,wek! ;p

Ada pepatah Jepang yang mengatakan

“A wise man climbs Fuji once, but only a fool does it twice”,

ho’oh setuju saya 100%, cukup sekali ajah… bahkan cukup satu gunung saja seumur hidup.   Saya sangat salut dengan para pendaki gunung yang sudah menaklukkan banyak puncak,,, luar biasa!… saya mah satu aja cukup. Kapok. Hehehheee….

Fuji-san adalah gunung pertama(dan terakhir!!) yang saya daki… berkat ke-sotoy-an dan ke-songong-an saya, saya meng-iya-kan ajakan teman baik saya, sebut saja N, di musim panas 2012 tanpa mencari tau dulu seperti apakah rasanya mendaki gunung itu.  Menetap selama 2 tahunan di Jepang membuat saya memiliki kesan bahwa semua tempat wisata di negeri sakura ini tourist friendly dan gampang untuk dilakukan. *songong.com*

Eitss,,,jangan salah,, memang wisata Jepang itu sangat tourist friendly, bahkan untuk para solo traveler jg ayuk aja…tapi ya kalau naik gunung ga pake persiapan itu namanya songong tadi..*toyor diri sendiri

Salah satu contoh betapa tourist friendly nya wisata di Jepang, ada website khusus yang memang dibuat untuk memberikan info mengenai pendakian Fuji-san secara komplit. Segala informasi mengenai apa saja yang harus disiapkan dan diketahui sebelum mendaki ada di sini.. tapi ya walau info nya sangat komplit, waktu itu saya tetep ga sadar kalau mendaki gunung adalah sesuatu yang sangat serius dan melelahkan dan butuh persiapan fisik.  Tapi untungnya saya ga tau sih, kalau tau ya kayaknya ga bakalan ikutan naik,, hahahhaaaa…..

Capture
http://www.fujisan-climb.jp/en/

Fuji-san sendiri adalah gunung tertinggi (3.776 m)  di Jepang yang juga merupakan simbol kebanggan rakyat Jepang. Terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Fuji-san juga dikelilingi oleh lima danau yaitu Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji. Kelima danau ini juga merupakan tempat tujuan wisata yang sering disebut Fuji-go ko.

Pendakian Fuji-san hanya boleh dilakukan ketika climbing season dibuka, yaitu ketika summer sekitar bulan Juli- September (awal).  Di luar bulan-bulan tersebut pendakian dianggap berbahaya sehingga jalur pendakian ditutup, termasuk semua hutsHuts adalah tempat peristirahatan yang ada di titik-titik tertentu pendakian yang menyediakan penginapan, toko dan toilet.  Karena musim pendakian nya hanya terbatas, jadi bisa dibayangkan berapa banyak orang yang mendaki ketika musim pendakian dibuka.  Tahun 2016(menurut website di atas), diperkirakan hampir 250ribu orang mendaki Fuji-san selama musim pendakian.  Mantab!

Saya mendaki dengan 1 orang teman baik saya si N dan 2 orang teman gereja nya..semuanya cewe… jadilah perjalanan 4 orang cewe mendaki gunung; 2 orang Indonesia, 1 orang Filipina dan 1 orang Singapura… Sangar bener dehh… who run the world? Girls! *nyanyi lagu Beyonce*

fuji 1
on the way to Kawaguchi-ko eki

Pendakian kami lakukan pada tanggal 15-16 Juli 2012, dimulai dengan janjian ketemu di Yokohama Station West Exit Bus Stop 22 pagi tanggal 15 Juli, untuk keberangkatan bus jam 7:30 . Kami menggunakan direct bus menuju Kawaguchi-ko eki dengan perjalanan kira-kira membutuhkan waktu 2.5 jam.  Kami memutuskan untuk sekalian membeli round-trip tiket dengan tarif 2060yen, supaya kami bisa memakai bis dari Kawaguchi-ko eki jam 12.00 di hari berikutnya untuk pulang kembali ke Yokohama. So far so good ya, semua terencana dengan baik.

Kami sampai di Kawaguchi-ko eki kira-kira jam 11 siang, lalu beristirahat sebentar sambil bersiap mendaki. Suasana stasiun sudah ramai luar biasa dengan para pendaki lain yang bersiap-siap.

fuji 2
wajah-wajah bahagia penuh optimisme.. 😀

Saya makan siang sambil mengobrol dengan 2 teman gereja si N, dan ternyata oh ternyata mereka berdua melakukan persiapan yang cukup matang termasuk latihan jalan kaki jauh dan membeli peralatan hiking dan mendaki… salah satunya bahkan sampai membeli jas hujan dengan merk N*rthface, yang saya tau banget kalau harganya 16ribu yen,sis.

Kalau saya dan N? Hmmmm,,, kami ga beli apa-apa… heheheee… kami mendaki dengan kostum winter alias seadanya……  Alhasil, sepanjang pendakian saya berdoa biar ga hujan, seriusannnn saya beneeer-benerrrrr berdoa biar ga hujan.  Kenapa? Alasan pertama karena medannya ga usah pakai hujan  aja memang sudah berat dan saya cuma pakai winter boots beralas rata, kl hujan kan licin pasti makin susah.  Yang kedua karena jas hujan saya belinya di Daiso, harganya 100yen saja….

Tau jas hujan yang bahannya mirip kantong plastik kresek? Nah yg itu..bener yang itu,,, iya saya beli yang itu… jadi kalau sampai hujann..ya..saya….. malu.

Bahahahahhahahahaaaaa,,,, saya yg ga ngerti malu, langsung berasa minder……. Ya 100 yen vs 16ribu yen gt lhoo….tanpa saya konversi ke Rupiah pun para pembaca  pasti merasakan perbedaan angka : 100 vs 16000… jumlah nol nya aja beda ya… (_ _)”.   Momen ini adalah pelajaran pertama dari Fuji san : Minder itu ada, nak. Kayak gini ternyata rasanya… hahahaahaaa….mulai saat itu kalau ada teman yang cerita minder ini itu, akhirnya saya ngerti. Ooo..minder itu kaya gitu….wahhahahahaahaaa…

Kembali lagi ke pendakian,

Setelah beristirahat dan bersiap, kami memulai pendakian kira-kira jam 1 siang. Ada 4 jalur pendakian yang dapat dipilih yaitu :

Yoshida Trail Head       : Fuji-Subaru Line 5th Station
Subashiri Trail Head    : Subashiri Trail 5th Station
Gotemba Trail Head     : Gotemba Trail New 5th Station
Fujinomiya Trail Head : Fujinomiya Trail 5th Station

Yoshida trail kami pilih karena katanya ini adalah jalur untuk pemula…. Hihihihi… pemula lho ini sis… pemulaaaaa…  Dari 4 trail tersebut memang Yoshida trail lah yang paling banyak dipakai oleh para pendaki, karena rute nya memang relatif ga curam dan paling banyak huts nya.

……the route is recommended for those who have no experience mountain climbing or those who are climbing Mount Fuji for the first time…..

That’s what they said…. T_T

Yoshida trail dimulai dari stasiun 5 – Fuji Subaru Line 5th Station (also known as Yoshidaguchi 5th Station or Kawaguchiko 5th Station) yang berada di ketinggian 2300m.  Jadi mulai dari stasiun 5, naik hingga ke tempat peristirahatan kami di daerah stasiun 8. Beristirahat beberapa jam, lalu melanjutkan perjalanan ke puncak. Stasiun terakhir adalah nomor 9, lalu puncak Fuji-san.

Track naik.

Stasiun 5 ke stasiun 6, masih santai.  jalannya lebar, landai.. masih bisa ketawa-ketiwi cerita ini itu lah karna tenaga juga masih banyak kan.. hehehehee.. salah satu teman kita sebenernya cemas, karena dia curiga dia punya Altitude sickness, yaitu simptom yang muncul karena kekurangan oksigen, bisa pusing, mual atau sesak nafas.  Jadi dia sampai sedia botol oksigen portable untuk berjaga-jaga.  Kalau saya? ya bisa ditebak lah,, itu kali pertama saya denger istilah altitude sickness dan tau kalau ada yang namanya oksigen portable.. =,=.  Beneran lho, kalau diingat-ingat kok saya ini songong luar biasa ya,,, kalau ternyata saya punya altitude sickness gimana hayo??

fuji3
view sta.5 to sta.6

Stasiun 6 ke stasiun 7, jalanan masih lebar tapi sudah mulai menanjak dan zig-zag.  Jalan batu kerikil sudah mulai muncul di sini. Tiupan angin juga sudah mulai terasa, sepertinya oksigen juga mulai berbeda, karena nafas jadi mulai pendek-pendek dan mudah capek.  Karena jalanannya zigzag, kami mulai beristirahat di setiap belokan….hihihiiii,,,, tapi ya tetepp… Masiihhhh kuaatt!! pelan-pelan ajaaa…. santaiii aaajjaaa….ntar juga nyampeeee…..

Stasiun 7 ke stasiun 8, nahhh iniiii… ini nihhh… pada momen ini lah saya baru sadar kalau mendaki gunung, apalagi Fuji-san adalah hal yang serius dan harus dipersiapkan baik-baik.  Dari jalanannya mulai mengecil, lalu banyak tangga batu yang ternyata tetep aja capek melewatinya dan lalu Track nya tiba-tiba berubah jadi rock climbing . Did I know that??? JELASS ENGGAKK LAAHHH….

fuji 4.jpg
sumber… saya udah ga kepikiran ambil poto..teparr

Pendakian kami jadi makin sunyi, Capeknya sudah luarbiasaaa… apalagi langit mulai gelap…kami harus rock climbing dalam kondisi gelap… mana saya cuma bawa senter tangan pula,, untung lah banyak pendaki lain yang memakai senter di kepala… *kaya yg dipakai kalau explore gua di pilem2 itu lhoo…jadilah saya nebeng cahaya senter mereka…

Kami harus literally merangkak dan merayapi tangga-tangga dan bebatuan besar ini… seriusann… sambil sesekali pengen nangis dan mengutuk… berapa ratus kali mungkin saya teriak dalam hati : Mauuu Pulaanggggg!!!! Ngapaiiinnn guaa ikutt beginiaaannnn!!! Huaaaaaaaaaa………… T__T.

Angin pun sangat tidak bersahabat. dari yang awalnya sepoi-sepoi pegunungan, makin ke atas terasa makin kencang menampar muka…. pedesss beneran di mukaaa….tapi akhirnya sampai juga kami di Hut penginapan kami di ketinggian 3250 m jam 11 malam… betapa bahagianya hatii inii,,,,btw penginapan kami ini sewa seharga 9ribu yen per kepala… dengan harga tersebut kami mendapatkan tempat berteduh yang hangat, sleeping bag dan dua kali makan.. sungguhh bahagia hati kamiii….

fuji 5

fuji 6
makan malem jam 11.30 malam

Selesai makan malam, kami langsung menuju sleeping bag masing-masing.  Sungguh sangat nikmat selonjoran di dalam sleeping bag ekstra tebal ini… saya langsung tertidur pulas tanpa menunggu lama…

Tapi kebahagiaan saya tidak berlangsung lama… jam 12.30 am, kami semua dibangunkan oleh pemilik penginapan untuk melanjutkan pendakian ke summit.  Ingatlah bahwa kami baru sampai di stasiun 8. Perjalanan masih (sangat) jauh. Huaaaaaaa….. mau nangis lagi. Saya baru tidur 30 menit rasanya.  Para pendaki lain sudah sangat bersemangat menyiapkan peralatan.  Saya cuma mengintip dari sleeping bag.  Suara angin di luar benar-benar seram. Saya lanjut bobok lagi,,, sampe sekitar jam 02 .00 pagi.. tapi akhirnya rombongan kami keluar hut dan melanjutkan pendakian… *Dan suara angin tadi, ternyata ga cuma seram.. tapi memang semakin kencang…badan saya yang cuma 35kilo ini beberapa kali kelempar angin,,,,, T__T.

Saya berjalan, merangkak, dan merayapi batu-batu besar menuju summit dengan otak kosong. Iya,, saya hanya jalan… sepertinya capek dan emosi saya sudah menguap entah kemana. Saya cuma ingin ini semua segera berakhir.  Kelompok kami bahkan akhirnya terpisah menjadi 2,,, si N dengan temannya (Singapura) dan saya dengan temannya N (Filipina). Entah kami terpisah di ketinggian berapa….

Para pendaki yang menuju summit jumlahnya sangat besar, sehingga saya benar-benar hanya berjalan terus mengikuti kerumunan pendaki.  Bahkan untuk berhenti istirahat sebentar saja rasanya tidak mungkin, karena akan menghalangi para pendaki yang ada di belakang kita. Apalagi untuk berbalik arah, rasanya ga mungkin dan bakal menyulitkan kami dan pendaki-pendaki di belakang kami…  Jadi ya jalann saja terus….. kosongkan kepala dan jalan terus.  jalann.. pokoknya jalann….

Saya dan teman Filipina saya akhir bisa beristirahat ketika sunrise, karena semua orang berhenti sejenak untuk menikmati sunrise sekitar jam 04.00 pagi… kami belum mencapai summit ketika sunrise…tapi tentu saja saya tetap bahagia (karena bisa istirahat hehee) melihat sunrise pertama kali ketika mendaki gunung.

Kami berdua berjalan lagi pelan-pelan dan akhirnya sampai di summit jam 06.00 pagi. Yeeiiiiii!!!!! We made it!!!!

Kata internet, waktu yang dibutuhkan untuk mendaki sampai ke summit adalah 6 jam, sedangkan waktu yang saya butuhkan adalah lebih dari 15 jam. Huahhhahahhaaaaa…. gapapaaa!! nyampe summit dalam kondisi utuh aja udah hebatt… plok-plok-plokk…tepuk tangannn…..*pembelaann

fuji7.jpg
abaikan mata merem, lihat jumlah pendaki yang di belakang
fuji8.jpg
Summit!!!!

Kami berdua di summit hanya 5 menitan sajaaa….benerann… cuma 5 menitan… padahal niat hati sudah langsung pengen makan ramen atau udon di puncak Fuji-san.  Tapi apa daya…. kami harus mengejar bus menuju Yokohama jam 12.00 teng.  Jalan 15 jam lebih, hanya untukk menikmati puncak selama 5 menit. Silly me!

Track Turun

Kalau track naik penuh dengan batu, track turun ini penuh dengan pasir.. sepanjang jalan turun ini adalah jalan pasir yang zig-zag…. luar biasa perubahan medan nya memang.. makanya peralatannya sebenernya memang harus disiapkan dengan baik.  Winter boots saya rasanya sangat menyakitkan di kaki.  Lalu jalan pasir gersang tanpa pepohonan membuat cahaya matahari langsung berkontak dengan badan… jadi walaupun suhunya dingin, tapi mataharinya terik… lalu saya bingung harus buka jaket saya atau enggak.

fuji9
jalur pasir
fuji 10.jpg
pasir lagi, dengan sudut elevasi yang lumayan curam
fuji 11.jpg
bayangin kalau saljunya ambruk.. pasirnya labil.

Kalau pas mendaki kemaren saya capek dan emosi tapi masih dengan tabah dilalui,,, ketika track turun ini saya stress luar biasa dan beneran mau nangis.  Kenapa? karena saya kejar-kejaran sama waktu. Saya harus sampai di Kawaguchi-ko eki sebelum jam 12.00. Badan capek jelas, tapi masih disuruh buru-buru. I am a time freak. Saya ga bisa disuruh buru-buru. Akhirnya lagi-lagi saya teriak-teriak dalam hati : iniii ngapainnn sih guaaa kesiniii??? sapa yang suruh? sapaaa???

Huahahahahhahaaaaaaa…. saya jalan kaki ngebut sambil muter otak,cara lain balik ke Yokohama kalau ketinggalan bus… tapi untungnya, dengan segala tekad dan kepasrahan…saya sampai di Kawaguchi-ko eki jam 11.50… ho’oh…. 10 menit lebih cepet dari bis nya… Si N dan teman Singapura kami ternyata udah sampai di situ dari jam 9 atau 10 bahkan.,. jadi sudah sempat mandi dan minum teh cantik..  Ternyata mereka ga sampai puncak,  hanya sampai di stasiun pendakian 9, menikmati sunrise dan kemudian langsung menuju track turun yang ternyata berada di stasiun 9..*lagi2 saya ga tau*… Pas diceritain, rasanya saya sangat amazed dengan mereka…. Kok mereka kepikiran buat turuunnn sihhhhh???? hahahahahhahaaaaaaa……mungkin otak saya sudah terlalu kosong pas mendaki.. saya cuma kepikiran buat jalan terus sampe atas… Atau sebenarnya otak saya kekurangan oksigen, jadinya kosong aja gitu… hahahahaaaa…..

Saya tidur dengan sangat pulas di dalam bis menuju Yokohama….*mungkin satu bis bau keringat saya ya… mohon maap saya cuma sempat lap pake tissue basah aja, salim dulu…

Sampai di Yokohama, kami berempat berpisah… Saya pulang dengan N lalu memutuskan untuk mampir makan malam dulu di salah satu restoran di Kannai.  And to my surprise…. ketika kami baru duduk, seorang pelayan restoran memberikan buku menu. Satu buku menu normal untuk N, dan untuk saya…. dia kasih saya buku untuk Kid’s menu..  whatt??? wakakakakaakaaaaa….. Saya dan N ketawa abis2an…udah setengah mati naik Fuji, pulang2 masih dikasih kid’s menu!!

Ahhhh terimakasih mas pelayan restoran yang clueless, melalui buku menu ini saya kembali ke kehidupan normal saya…..

*note : selama di Yokohama saya memang sering salah dikenali sebagai anak-anak alias “kodomo”*

Life experience list :

Mendaki gunung? -check-

Kami pulang ke apato kami masing-masing… keesokan paginya, saya dan N tetap ngantor,,,, dengan koyo ditempel di seluruh badan,,, kami saling menelpon untuk cek satu sama lain… “masih idup ga lo?” lalu kita jalan kayak nenek-nenek sampai seminggu kedepan….. Hahahaahhahaaa…….tapi kita ga bolos kantor lohh,tetep kerja seperti biasa…*berdedikasi sekalihh*

Salam.

One thought on “Mendaki Gunung Fuji, Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s