NANA – ナナ (Manga)

“Nana…how come being happy and making your dreams come true are two different things? Even now, I still don’t know why…”

Saya memiliki banyak tokoh idola ketika saya baca buku atau menonton film.  Tapi kalau yang mau dibahas adalah heroine alias jagoan cewe, salah satu yang terlintas pertama adalah Nana Osaki dari manga NANA – ナナ.

nana 3

NANA diciptakan oleh Ai Yazawa dan diterbitkan tahun 2000-2009 yang kemudian mandeg. Iya mandeg.  Mandegnya di situasi yang sangat menggantung T__T, untuk yang mau mulai baca, ya baca aja tapi keep that in mind kalau ini akan sangat menggantung.   Tapi ini manga bagus banget kok..beneran ga rugi.  Agak gondok aja palingan..

Tokoh sentral dari manga ini adalah dua orang cewe yang sama2 memiliki nama Nana.

nana osaki
Nana Osaki

Nana Osaki – Lead vocalist dari band bernama Black Stone (BLAST – for short) yang pindah ke Tokyo untuk memulai debut musik bersama band-nya di usia 20 tahun.  Nana Osaki sebenarnya berpacaran dengan Ren Honjo, bassist dari BLAST.  Mereka sudah bersama sejak Nana berumur 16 tahun.  Namun ketika Ren memutuskan untuk pindah ke band Trapnest dan ke Tokyo (sebelum BLAST debut), Nana menolak untuk ikut pindah ke Tokyo.  She has too much ambition to simply be a rockstar’s girlfriend.

nana komatsu
Nana Komatsu

Nana Komatsu – Selanjutnya dia dipanggil “Hachi”, karena Nana artinya 7 dan Hachi artinya 8.  Si Hachi pindah ke Tokyo untuk menyusul pacarnya dan teman2 SMA nya setelah mengumpulkan uang dan berusia 20 tahun. Hachi pindah tanpa rencana apa pun. Hachi hanya mau ikut pacarnya dan bermimpi menjalani kehidupan seperti berumah tangga dengan sang pacar.

Nana dan Hachi bertemu di kereta dalam perjalanan mereka menuju Tokyo.  Dengan sifat mereka berdua yang sangat kontras dan berbagai kebetulan, entah bagaimana mereka akhirnya menyewa apartment yang sama dengan kamar no 707.

Awalnya saya pikir ini tipe2 manga success story… tentang perjalanan sukses band BLAST pikir saya. Eh.. atau mungkin nantinya iya ya.. karena manga ini mandeg kan. Yang jelas sampai chapter terakhir yang tersedia, yang membuat manga ini melekat di ingatan saya adalah bagaimana masing2 karakter sangat otentik dan kompleks.  Baik Nana, Hachi dan para supportive characters.  Manga ini bisa menggambarkan tiap2 karakternya sebagai manusia yang memiliki sedikit ‘cacat’.  Each just a little bit (or more than a little bit) broken as most of us humans are. Itu sebabnya saya bisa memahami pilihan  yang dibuat masing2 karakter, entah pilihan baik atau buruk. Semua orang bisa jadi sangat rapuh.

Hubungan antar karakter dalam manga ini juga digarap dengan emosi yang sangat dalam.  Waktu saya baca manga ini, sering kali saya merasa ikutan patah hati dan putus asa.  Sampai pengen saya banting manga itu. Konfliknya terlalu nyata, terlalu masuk akal dan terlalu natural untuk sekedar diabaikan sebagai fiksi.  Perasaan masing2 karakter dalam manga ini benar2 tergali dan disajikan dengan detail, sehingga konfliknya menjadi masuk akal.  Saya sebagai pembaca jadi tidak bisa menyalahkan atau membenarkan siapa pun. paling ya cuma pengen banting bukunya lagi,.. hhahahaaa.

“They say that only very good friends quarrel. But at the end of the day a quarrel is a fight between two people’s egos. Since people cannot understand each other by just being honest. May be its impossible to live your whole life without getting hurt but don’t hurt the people close to you.”

NANA adalah manga yang membuat saya mikir banget.  Bahkan banyak quotes yang masih nyangkut di pikiran saya dan sering muncul sendiri kalau moment nya pas. Hehehehee….sok drama emang saya orangnya.

Untuk urusan di luar pekerjaan, saya termasuk tipe orang yang ga dengerin apa kata orang: Gua punya cara sendiri dan gua bisa urus sendiri.  My way! My Rules! walau abis itu hasilnya blangsak ga jelas atau susah setengah mati, tetep aja badung bodo amat.  Pokoknya gua pake cara gua! kalau gagal, ya minimal ini gara2 gua! bukan gara2 dengerin orang lain, jadi gua ga kesel kan.  *ok, skip*

Itulah sebabnya quotes dari buku (atau film) malah bisa tembus di kelapa saya yang kaya batu ini.  Mengapa? Karena untuk sampai ke sebuah quotes, saya harus membaca (atau menonton) dulu bagaimana alur cerita dan mengapa ada quotes itu.  Yes! Saya butuh alasan untuk segala sesuatu. Just give me one reason. One is enough. Proses ini lah yang melatih saya membedakan mana yang masuk akal atau tidak dalam segala hal.

Tapi salah satu quotes-nya Nana yang merubah sedikit pola pikir saya  :

nana 2

MENCAPAI TUJUAN jauh lebih penting daripada ngotot musti pake cara siapa atau siapa yang benar atau salah :).  Percayalah bahwa semua ada alasannya. *walau kadang alasannya ga mutu ya. Ingat saja tujuan awalnya apa. Maju ke depan jauh lebih baik daripada diam di tempat.

“You know Hachi, your life depends only on ourselves. I’m still convinced about this… But I’ve also learned to accept that people… don’t all become as strong, and it made me kinder than before.”

But still, jangan pernah hilang jati diri. That’s all you have.  Saya maunya kemana. Saya mau apa. itu tujuannya.  Sendiri juga gapapa. Sendiri itu tidak aneh. *aneh dikit lah mungkin*. tapi sering kali waktu yang paling damai itu adalah pas sendiri. Sepi? mungkin juga, tapi damai. Freedom and peace of mind, rasanya sudah cukup lah buat saya.  Pertemanan kadang terlalu mahal untuk didapat.  Ekspektasi saya mengenai pertemanan sepertinya terlalu tinggi, jadi tidak adil rasanya kalau tidak tercapai lalu saya kecewa.

“Being alone and being lonely are two different things.” – Yasu –

Ahh… ya mungkin saya aja yang suka sok  loner dan suka mirip2in sama karakter2 dalam manga ini.  Tapi memang pada dasarnya kita cuma punya diri sendiri to?   Pada akhirnya masing2 orang punya kepentingannya sendiri.  Apa yang dianggap penting dan menjadi prioritas bagi masing2 orang bisa jadi sangat berbeda.  Bahkan bila kita melakukan sesuatu dengan dalih demi kebaikan orang lain, are you sure kalau yang sedang diprioritaskan adalah pihak lain? atau kita baru saja bertindak egois hanya sekedar untuk membuat diri sendiri merasa baik?  Banyak pertanyaan semacam ini yang saya pikirkan ketika membaca NANA.

“People can have lovers..they can have friends..they can be together..but when you think about it..you’ll see that originally..we’re alone”-Nana Osaki-

NANA membuat saya patah hati dan putus asa berkali-kali.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s