Karangan Bunga Untuk Pak Ahok.

Ada fenomena lucu2 seru terjadi seminggu setelah pilkada DKI putaran kedua selesai yaitu Pak Ahok dan Pak Djarot kebanjiran karangan bunga.  Sampai beredar foto2 karangan bunga memenuhi balai kota yang ramai banget di sosmed. Padahal doi kalah loh!! Gimana kalau dia menang coba?? *jelasss kebanjiran demo lahh……. bahahhahaaaaaa…..becanda ya,,tapi serius ding…

karangan-bunga-penuhi-balai-kota
katanya per 27 April sudah sampai 2700 karangan bunga di balai kota ya?

Saya termasuk orang yang terpesona oleh Pak Ahok. Sebagai anak kosan yang kegiatannya cuma nonton Youtube doang nihh, saya sering nonton video2nya dia kalau lagi kasih speech atau mengisi acara2 talkshow dan debat.  Pikiran saya yang pertama adalah : Ini orang masuk akal banget.

Omongannya dia selalu sistematis.. ada unsur sebab-akibat gitu lhoo… jadi doi kalau lagi kasih pemaparan selalu diawali dengan background masalahnya dulu, lalu runtut sampai ke solusinya. Dan solusinya masuk akal plus achievable. Mengapa bisa tampak dan berasa achievable? ya karena doi menjelaskan dengan runtut gitu lhoo….step by step lalu sampai tujuan. jadi ya kalau emang aneh mengada-ada pasti ketahuan di tengah lah.. orang dijabarin semua.

For record purpose, saya ga ngefans buta ama Pak Ahok ya… karena kadang2 saya juga merasa doi drama abis. Pengen rasanya saya toel si bapak sambil bilang : udahh,,pakkk… cuekin ajaaa….. ga usah ditanggapi.ga penting juga ditanggapi… mereka tuh bukan ga pahamm,,, cuma emang ga mau pahammm….ga ngaruh juga kok keberadaan mereka… hahahahaaaa….

Side note :Tapi setelah tau kalau ternyata zodiaknya si Pak Ahok ini : Cancer…. mana nama doi unsurnya bulan banget pula ya…. jadi somehow saya kok paham kenapa doi kalau lagi keki (dan gampang banget pula dia keki) jadi gampang meledak. hahahahaaaaa…… saya Cancer jg soalnya.. *njuk ngopo?? ujung2nya nyama2in dan tetep belain.

Pasca kalahnya Pak Ahok di putaran kedua pilkada kemaren, jujur sejujur2nya saya berasa sedih banget.  Soalnya pilkada ini ibarat kita mau beli barang pakai sistem lelang. Kita punya spesifikasi, panggil vendor.  Ada 3 vendor yang menyanggupi. Lalu setelah ketiga vendor presentasi dan kita lakukan technical clarification, satu vendor gugur.

Evaluasi lebih dalam kita lakukan kepada 2 vendor yang tersisa, dan menurut saya pribadi pasangan Pak Ahok-Djarot lah yang  paling memenuhi spesifikasi tadi.  Mereka (menurut saya) menang mutlak di Technical Clarification.  Menang mutlak.  Ibarat vendor barang : pasangan ini bisa menjelaskan dari material bahan, cost wise, installation and maintenance. bahkan sampai ke after sales kali yaa!

Sungguh bahagia punya vendor yang sanggup handle semuanyaa gini,,, client nya bisa duduk manis sambil melihat hasil karya si vendor.

Tapi ini lah yang terjadi kalau client nya K*ampret. Menang mutlak di technical clarification ga ada gunanya, karena si client mendadak punya requirement tambahan : dalam kasus ini adalah SARA kayaknya yaaa…

Dan tiba2 requirement tambahan ini naik kelas jadi requirement utama.. hahahahaaa… jinduull tenann! Entah requirement ini dicari2 supaya pasangan Ahok-Djarot kalah atau gimana saya ga tau. Peluang ke sana sungguh sangat ada. Lets be real! celahnya pasangan ini cuma di situ.

Tapi ya tapi nihhh…. mengeluarkan requirement di luar technical yang tidak tertera di dokumen reference manapuunn…tidak pula pula punya relevansi terhadap pekerjaan ini .. apalagi dikeluarkan setelah process bidding dimulai itu tidak adil dan tidak etis. Tambah lagi kalau requirement inilah yang akhirnya jadi penentu.  Gileee!! ini parameternya apaaa jadinya?

Sungguh tidak elok.  Kita tampak semacam mengajarkan kepada generasi setelah ini bahwa : kamuu jagonya kaya apa, Nak.. setulus apapunn..seikhlas apapunnn…. kalau beda  sama mereka ya ga akan diterima.  Pesimis parah!

But then again, tiba2 Pak Ahok instead of ngamuk.  Doi malah menerima kekalahan, menyambut gubernur terpilih baru dan tetap bersemangat melanjutkan tugasnya sampai akhir.  Kurang santun apa cobaa???

Lalu saya tambah kaget lagi dengan dengan kalimat penutup Bapak di debat pilkada terakhir, pas pertanyaannya bagaimana kalau tidak terpilih?

Kekuasaan Tuhan yang Kasih, Tuhan yang Ambil.

Nyessss….rasanya dengar jawaban Bapak… trenyuh saya, Pak.  Dibandingkan kandidat yang lain malah bahas tentang kecurangan sehingga seolah2 kalau doi ga menang brarti pilakda ini curang. Jawaban Bapak jauhhh bikin adem hati saya yang keki dengar kalimat muter2 ga masuk akal sepanjang pilkada.
Mungkin ribuan karangan bunga yang sekarang datang di balai kota itu juga dikirim oleh orang2 yang trenyuh oleh perjuangan Pak Ahok.  Saya jadi happy karena saya ga patah hati sendirian.  Banyak sekali orang yang mengapresiasi perjuangan Pak Ahok. Orang2 yang mampu melihat dengan hati, yang mampu melampaui ketakutan terhadap perbedaan.
Terakhir,  optimisme saya tumbuh kembali lagi2 melaui kalimat Pak Ahok di gambar ini.  =)
Saya yakin kalau kita sebagai manusia cuma perlu berusaha sesungguh-sungguhnya!!! tidak perlu khawatir mengenai hasilnya, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha.
Bu Sri Mulyani aja dimain2in pas jadi Mentri Keuangan abis itu jadi Direktur Bank Dunia to?  Sekarang dipanggil lagi pula…
ahok quotes
Kok bisa sekuat itu sihh kamuuu???
Saya sih ga khawatir dengan nasib Pak Ahok ke depannya, karena saya malah yakin kalau panggung DKI ini mungkin sudah terlalu kecil untuk Bapak.  Mungkin Pak Ahok memang harus “diusir paksa”, karena kalau melihat sifat Pak Ahok mahh kalau belum tuntas ga akan berhenti ya… iya ga si?
Saya penasaran dan pasti akan mengikuti sepak terja Pak Ahok selanjutnya… Saya tunggu gebrakan selanjutnya ya,Pak.  Semoga kami yang muda2 ini bisa mengikuti jejak langkah dan standard hidup, Bapak.

Walau ga sampai balai kota, setangkai mawar kuning ini untuk Pak Ahok dari saya.  Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal ya, Pak.

Yellow-rose-guide
“Hey, thanks for being you, Pak Ahok!”

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s