Vonis 2 tahun PENJARA

Kalau di post : Karangan Bunga untuk Pak Ahok.  Saya bilang kalau saya patah hati lalu pesimis lalu kembali optimis, hari ini  Selasa, 9 Mei 2017 saya kesel luar biasa.

Saya cuti hari ini jadi pagi ini saya menonton sidang pembacaan vonis kasus penistaan agama Pak Ahok dari awal. Saya dengarkan masing2 pendapat para hakim. Ada 5 hakim. Pendapat mereka berlima sama. Plek ketiplek. Saya menunggu satuu saja hakim yang berpendapat berbeda. Tapi ga ada. Kok bisa mereka berlima mengabaikan saksi ahli dan lain sebagainya? Kok bisa lima2nya menganggap ini ga berhubungan sama sekali dengan pilkada? Kok ga ada satuuu saja yang sedikit berbeda. Dikiittt ajaaa… Biar saya ga curiga gitu lhoo.. sesuatu yang terlalu seragam itu mencurigakan.

But anyways,

Keputusan finalnya: Pak Ahok divonis bersalah dan ditetapkan vonis 2 tahun penjara.

That’s how it is. 

Bangkeee!!!! Ini adalah kalimat pertama saya setelah hakim ketua membacakan putusan vonis.

Saya bisa memaklumi putusan ini. Memaklumi ya bukan menerima.

Saya maklum kalau tekanannya terlalu besar.

Saya yakin kalau Pak Ahok tidak pantas masuk penjara. Yes, Pak Ahok keprucut ngomong di Pulau Pramuka itu. Dan itu ga bisa dibenarkan. Pasti doi belajar banget dari ini.*tapi ada yang kepo ga sih kok doi sampe ngomong gitu, diapain dia kok sampe punya kesimpulan gitu?

But does he deserve this? THIS??

Apakah para penuntut yang teriak2 itu yakin bersih ga pernah jelek2in pihak lain? Yukk nonton Youtube sama adek,yuk!

Ga usah jauh2 lah, ada seorang kenalan saya (saya udah ga bisa sebut dia temen.maap banget) yang sangat lantang meneriakkan penista dan serang sana sini, tapi dia jg pernah posting dengan bahagia artikel/video : 7 Kebohongan Kristen.. yang ditujukan ke teman saya lain yang Katholik.

Sehat,mas? Mbok yo ngilo githoke dhewe jajal. Sing bisa rumangsa ngono lhoo…*halah…wis ra payuu,mbak! Saiki ki jaman menang2an.. ngerti po ra sampeyan?

Mustahil memang Pak Ahok bebas murni ditingkat pengadilan negeri. Mustahil pol. Kenapa? Karena berisikkk banget itu di luar.  Ingat waktu penetapan jadi tersangka? Cepet luar biasa bukan? Ya karena berisik tadi. Tapi putusan yang meleset bablas dari tuntutan jaksa penuntut umum itu ya jadinya waguu….mosok sidang belasan kali kok penuntut kemana, hakim kemana… kalau penuntut bertolak belakang ama pembela wajar. Lha hakim kok malah kayak mematahkan penuntut, dan ga sependapat dengan pembela. ki piye to le main?

Ahh tapi apalah saya ini, cuma karyawan yang lagi galau cuti nikah lalu jadi gloomy karna nonton tipi. Ngerti hukum juga enggak… Cuma punya naluri saya sih bilang ini kejadian aneh.

Saya dah nulis post ngomel panjang nulis segala keanehan ini, sampai satu teman yang sama2 remuk hati kirim gambar ini.

Jawaban Pak Ahok waktu itu : Sudah sejauh ini Tuhan piara, masa Dia ninggalin saya. Kalau Tuhan ijinkan terjadi, saya pasrah saja.

Lama2 kok saya pengen nampol Pak Ahok lho ini.  Mbok marah gitu lhoo, Pak. Saya aja keselllll lhoo ini… Udah ga patah hati lagi ini, remuk hati ini levelnya.

Memang Pak Ahok belum mengeluarkan statement apa pun sampai malam ini, tapi dengan Bapak bisa sabar dengar 5 hakim tadi ngomong satu2 kok saya merasa kalau Pak Ahok paham situasinya dan menerima dengan lapang dada. Isone yo mung sakmono to,Pak hakim? Yowis rapopo.

Saya minta maaf ya,Pak. Sama Bapak dan keluarga. Bapak dan keluarga sudah memberi sebanyak itu. Tapi pas Bapak lagi susah kami ga bisa bantu. Kami cuma bisa kesel setengah mati, entah sama siapa kami harus kesel. Kepada orang2 yang berteriak2 itu? Kepada hukum yang tidak bisa diwujudkan? Kepada diri saya sendiri yang ga bisa ngapa2in?

Kalau saya ya minimal saya kesel sama 5 hakim tadi.

Pendukung2 Bapak masih nunggu di depan Rutan Cipinang sampai jam 10 malam ini, katanya mayoritas ibu-ibu. 🙂 yang dukung malah banyak ibu2 lho ini. Perjuangan Pak Ahok sampai bisa menyentuh perasaan ibu2… Tulus soalnya. Ga palsu. Pak Djarot barusan datang untuk membujuk semua biar pulang. Saya juga bisa liat raut kesedihan di wajah Pak Djarot. Sumpek banget wajahnya pas dilantik jadi PLT Gubernur.

Lagi2 saya cuma bisa berterima kasih. Terima kasih karena sudah mengajarkan untuk berani. Bahkan Pak Ahok mengajarkan sampai ke babak akhirnya yaitu resiko dan konsekuensinya. Sampai mengajari kami untuk menghadapi semua dengan berani, tegar dan konsisten. Belasan sidang, Bapak datang tepat waktu ga pake alesan, ga pake kabur2an. Dikirim ke penjara juga langsung berangkat ga pake drama.

Satu hal yang saya catat tebal2:  kalau sepintar, sehebat, sejujur, seikhlas dan sekuat Pak Ahok aja bisa dikerjain. Apalagi gembel macam saya? Sungguh Pak Ahok menunjukkan kalau musuh tak terlihat ini luar biasa kuat. Kami harus mampu lebih cerdas lagi, lebih kuat lagi.

Dalam waktu yang pendek ini, Bapak pasti sudah menginspirasi banyak sekali Ahok2 baru. Semoga saya salah satunya.

Malam ini adalah malam pertama Pak Ahok di rutan Cipinang. Dan malam ini juga malam di mana banyak hati terasa remuk dikhianati.

Doa saya selalu untuk Pak Ahok.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s