Individu yang Individualis

Post yang ini adalah self reflection pribadi buat saya… jadi mungkin kurang nyaman dibaca…. =D

“Dia itu orangnya individualis.”

— ini jawaban partner saya dalam sebuah interview penting (mungkin salah satu yang terpenting dalam hidup saya).  Pertanyaan yang diajukan adalah apa kelemahan utama saya .

Reaksi saya : ha? Gimana?

Hahahhahaaaaaaa….

Individualis ya? apa itu artinya?… saya sampai buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) loh…. beneran ga guyon saya.. tuh snapshot nya saya pasang jadi feature image nya post ini.  Menurut KBBI ada 2 arti kata individualis, sekalian saya komen ya:

(1) orang yang tetap mempertahankan kepribadian dan kebebasan diri; ( — Yaaa, orang emang musti gitu bukan…?) ; penganut paham individualisme (– ha?Pengertian macam apa ini?);

(2) orang yang mementingkan diri sendiri; orang yang egois. (—semua orang juga mementingkan diri sendiri lah, bohong banget kl enggak… pasti! yakin! sure!, Egoiss?? apa pula itu!)

Dari komen saya, pembaca akan menangkap kesan bahwa saya emang individualis yang sedang membela diri. (=_=) ya gapapa si. Saya individualis yang jujur berarti ya. paling ora aku jujur, Srii… halah

Karena KBBI kok tidak memuaskan jawabannya, saya cari lagi pengertian dari individualis, coba versi English lah.. tapi cm nemu untuk kata individualism. Berarti kalau menurut KBBI tadi individualism artinya paham dari kaum individualis ya..muterrr tokk

Capture
yang ini menurut google

“independent and self-reliant” — Merdeka dan Mandiri.

Lahhhh?? itu emang tujuan hidup saya (dan bangsa ini mustinya! halah..sok nasionalis kumat)…merdeka dan mandiri… negatifnya dimana hayo??

Saya bukan ga terima disebut individualis ya… saya mah bodo amat orang mw bilang apa. I am okay if you don’t like me..

Dulu pernah sih ada percakapan seperti ini :
Mas2 : Mama aku ga suka ama kamu. Soalnya kamu ini itu ini itu…
Saya  : ohhh…yaudah gapapa.. aku juga ga suka ama dia.
Mas2 : kok kamu gitu sih ke mamaku
Saya  : Ha?

 *ini post arahnya kemana si sebenernya? saya juga ga ngerti. yang pasti post ini minim faedah bagi pembaca….jadi jika pembaca liat tanda silang di pojok kanan atas? klik aja tuhh….klik segera!.. Baaahahahahahaahahahhaaaa….

Balik lagi ya…

Jadi memang benar kalau saya ini individualis mungkin, paling ya cuma ga sadar kalau itu namanya adalah individualis. Yang saya ga ngerti itu adalah ketika habit individualis menjadi kelemahan.  Kok bisa? Apa karena saya udah menjurus ke arah egois ya? Hmmmmmmm…apa iya?…salah satu prinsip saya sebelum mulai kerja sendiri itu : tidak boleh menaruh kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain… mosok egois aku? *introspeksi*

Kalau individualis itu artinya adalah Merdeka dan Mandiri, maka saya dengan yakin mengajak para pembaca (yang ga klik exit) untuk menjadi individualis.   Bikin partai kalau perlu!  Apa coba yang lebih membahagiakan dari Merdeka dan Mandiri? ga adaaaaa….. percayalahh..

Memang merdeka itu menutut kemandirian.  Semakin mandiri, semakin merdeka.

Saya biasanya ga terlalu peduli orang liat saya seperti apa, tapi khusus yang satu ini saya mau tidak mau jadi peduli.  Karena rasanya saya pengen nabokin partner saya ini.  Hahahhaaaaaaa…. Saya jadi individualis karena kepepet kok!  salah satunya ya karena njenengan…piye to? you were never there lhooo.. lali po? Mau tidak mau saya harus mandiri, wong ga ada yang bantuin. Lalu ketika kemerdekaan itu saya klaim sebagai hasil dari perjuangan mendapatkan kemandirian..sampeyan protes.. piye to iki? Aku kudu piye?

mandiri
expectation is the root of all heartache.

I will never expect people to help me. Nope. Just Nope. 

Saya ga punya nyali untuk mengharapkan pertolongan orang, karena saya ga sanggup patah hati ditinggal orang. Bahhahahhaaahahhahaaaa… cemen lah saya ini.  Saya ga bisa handle rasa kesel ditinggal orang  di tengah pekerjaan apalagi dalam kondisi kisruh.  Beberapa kali saya kesel setengah mati pas kondisi begitu… tau ga saya kesel ama siapa? ketika harusnya saya kesel sama si kampret yang kabur itu.. saya kesel sama diri sendiri, kenapa saya percaya sama itu kampret?? lalu sok-sok an paham psikologis si kampret yang kabur itu, sok pengertian…  lalu saya merasa bego ….. lalu saya jadi kesel 2 kali.

Pelajaran mahal yang saya dapat adalah : Most people cuma excited di awal saja, when things are getting serious, they leave…..I’ve been there a lot…jadi mending  dari awal sih saya memilih untuk melakukan ini itu diam-diam, pelan-pelan, jadi orang notice ketika semua nya sudah selesai.  paling ya pas terakhiran udah kelar baru pada dateng terus bilang: kok dikerjain sendiri to? mbok bilang….kamu lhoo apa2 dikerjain sendiri..kita ga dianggep nihhh. *Ahh luweh,om.

alone.jpg

Jawaban kalau “saya individualis” ini membuat saya jadi berpikir kalau saya mungkin sudah berlebihan.  Awalnya menjadi individualis mungkin adalah mekanisme bertahan hidup bagi saya, my only choice. saya cuma punya masalah ini dan otak kecil saya.. tapi akhirnya jadi kebiasaan dan malah jadi fatal weapon kali ya? Mungkin sekarang kadarnya sudah ketinggian sampai beberapa orang di sekitar saya merasa terganggu.. Mungkin ini saatnya saya tone down. walau saya masih mikir buat apa ya saya tone down? Apa jaminannya kalau saya ga bakal kecewa kerja sendiri kaya orang gila ketika orang lain kabur?

Sebelum post ini semakin negatif, saya akhiri saja di sini lah ya. Kesimpulannya apa? ga ada. wong ini cuma self reflection kok..saya cuma mau mencari apa yang saya mau dan siapa saya sekarang.hahahahhaaaa… yang pasti saya makin yakin kalau tujuan hidup saya adalah untuk Merdeka. Menjadi mandiri itu syaratnya, mungkin kalau mau tambah target ya berarti saya harus mulai menumbuhkan rasa percaya kepada orang lain, sambil siap-siap kecewa tapi ya.. *tetep ga percaya akhirnya… (=_=)

Salam.

3 thoughts on “Individu yang Individualis

  1. Pingback: Orang Nomor Dua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s