Mendesain Wedding Invitation Sendiri

Dari semua part dalam menyiapkan pernikahan, yang paling saya suka adalah bagian mendesain undangan.  Soalnya saya design sendiri, jadi ga ada drama.  Saya mah anaknya maunya semua-mua nya dikerjakan sendiri, soalnya yaaa itu tadii.. ga pake drama. *tetep drama nya yang di-highlight. ^^’

Design sendiri dalam post ini artinya adalah : percetakan yang saya sewa literally cuma pencet “Ctrl+P”, cetak 400 buah. ^^’ Percetakan ini bahkan menjanjikan 1 minggu kelar. Mantab to? praktislah hidup saya.  saya suka!

Mulailah saya menjelajah internet dan instagram untuk mencari referensi wedding invitation yang sesuai dengan selera saya. Mas Calon sih kayaknya belum kepikiran mau seperti apa desain undangannya.

Dari penjelajahan di internet dan instagram, kesimpulan saya untuk wedding invitation trend tahun 2016-2017 adalah desainnya didominasi oleh single board invitation dengan desain floral yang lumayan rame atau oversize dan font tipe cursive alias tulisan latin bersambung yang super fancy.
Sepertinya sih beberapa undangan yang saya terima dari beberapa teman saya juga bertema floral.. *baru ngeh belakangan. Contohnya semacam ini lah:

Summer-Bouquet_3
image credit: http://www.cardsandpockets.com/

Sebenarnya tema floral ini bagus juga. Tampak fresh dan membawa atmosfer yang happy berbunga-bunga gitu kan ya.. Tapi saya kok merasa kalau design ini terlalu rame buat saya. Apalagi ditambah dengan font tipe cursive ini. Ramenya bukan main.
Mungkin kalau undangan dibuat dalam Bahasa Inggris, undangan bisa tidak tampak terlalu ramai. Undangan dengan style Bahasa Inggris memang lebih singkat. Ga pakai kata pembuka dan ucapan terima kasihyang panjang lebar. Tapi karena undangan yang akan saya buat ini dalam Bahasa Indonesia, jadi di pikiran saya kok undangannya bakal terlihat ruwet banget.

Floral decoration tampaknya terlalu membingungkan untuk saya. Bagi saya, tujuan dari undangan adalah untuk menginformasikan lokasi venue dan waktunya. Itu main point nya. Floral decoration  ini mengalihkan semua perhatian orang yang membaca undangannya. Ganggu banget menurut saya.
Design undangan yang seperti ini membuat saya merasa informasi undangannya saingan dengan dekorasinya. Saya maunya informasi mengenai lokasi venue dan waktu acaranya stands out,sedangkan dekorasinya harus tersamar dengan manis di kertas undangan.

Walau saya tidak punya  keinginan spesifik untuk design wedding invitation yang saya mau, tapi kalau saya ingat-ingat secara umum saya memang selalu suka design yang compact. Jadi floral theme with fancy cursive font is definitely not for me.
Saya suka segala sesuatu yang design sederhana tapi main purpose dari barang tersebut tercapai dengan maksimal.

The simpler,the better.

Tapi ya mendisain sesuatu yang simple, tampak manis dan fungsional itu susah… hahahhahaaaa…. *lalu teringat pekerjaan saya sehari-hari.
Saya sebisa mungkin membuat sesuatu yang simple dan efektif.

Jadi supaya efektif, saya cuma mau buat draft kasar saja supaya bisa saya print lalu bisa dicoret-coret rame-rame pas ketemu tukang cetak undangan nantinya.  Emang dasar kebiasaan corat-coret layout pas kerja sih, jadi semuanya maunya print out aja then comment. 

Awalnya saya cuma mau cari contoh undangan yang sudah jadi, cari punya orang gitu lalu saya corat-coret saja ganti nama dan info lainnya.
Tapi setelah beberapa lama cari referensi, saya malah menemukan editable template untuk wedding invitation yang bisa langsung dipakai. Salah satu yang akhirnya saya pakai adalah dari http://www.cardsandpockets.com/.

Website cardsnpocket ini seru banget.  Dia menyediakan free templates yang bisa langsung kita pakai.  Setelah selesai otak-atik design nya sesuai dengan keinginan, kita bisa menyimpan hasilnya dalam bentuk pdf. Lalu print out.
Saya tidak menyangka kalau bisa sampai print out design saya sendiri.  Undangan saya jadi ready to use, tinggal cari bahan kertasnya mau seperti apa.

Dari free templates yang ada di website ini adalah theme : ocean wave.

card
ocean wave theme

Ocean wave theme yang saya pilih originalnya adalah template untuk single bord invitation. Space-nya terlalu sempit untuk undangan dalam Bahasa Indonesia, sehingga saya coba untuk menggunakan template  ini untuk dijadikan booklet. Saya desain 4 halaman single board untuk dijadikan booklet. Hasilnya lumayan juga. Hehehehe.. memuji hasil kerja sendiri. 🙂

IMG_20170617_094117

IMG_20170617_094148
Lumayan lah ya.. 🙂

Desain saya ini lalu saya cetak dulu ke kertas A4 untuk saya diskusikan dengan Mas Calon dan tukang undangan. Draft ini bolak-balik antara saya dan Mas Calon untuk finalisasi design sambil konfirmasi urusan gedung dan waktu acara sampai akhirnya kami putuskan untuk mulai mencari percetakan undangan yang cocok.

Dari seorang teman, kami dapat rekomendasi untuk coba jalan-jalan di Blok M square lantai paling bawah.  Katanya di sana ada banyak sekali vendor yang biasa mengurus pernak-pernik pernikahan, salah satunya undangan.  Setelah tanya sana-sini, kami memilih satu vendor yang bapaknya komunikatif banget. Pak Jarwo namanya.
Pak Jarwo ini sepertinya memang suka design dan bikin undangan. Atau ya emang jurus jualannya kaya gitu. Yang jelas saya suka dengan pembawaannya Pak Jarwo ini. Kelihatan seneng aja dia pas ngomongin undangan… Haahahaaa….

img-20170430-wa0005.jpg
kartu nama KL mandiri

Kami tunjukan desain yang saya dan Mas Calon sepakati ke Pak Jarwo ini. Lalu setelah ngobrol masalah bahan kertas undangan dan amplopnya.  Awalnya saya mau pake hardboard untuk undangannya, tapi akhirnya saya memilih kertas softboard saja dengan finishing yang tidak glossy
Untuk amplopnya saya pilih dengan plastik mika biasa saja, karena design undangannya memang sudah ada kolom untuk meletakkan nama tamu yang diundang. so whats the point of adding an envelope.

Karena kami bawa soft file dari undangannya, jadi kami serahkanlah sekalian soft file nya.  Saya pikir mau di edit lagi oleh Pak Jarwo, tapi katanya proporsinya sudah pas dan informasinya kan juga sudah fixed jadi ya langsung turun cetak saja.
Lalu saya pikir kok enak banget ya Pak Jarwo,,, ahahahhahaaaa…. Ketika negosiasi harga kami dapat harga Rp. 4000,- /undangan untuk 350 pcs undangan.  Untuk bonusnya kami dapat kartu ucapan terima kasih sebanyak jumlah undangan.
Pak Jarwo akan mencetak 400 pcs, dilebihkan 50 pcs dari yang kami pesan sebagai cadangan just in case ada cacat percetakan. Tapi ternyata hasil akhirnya tidak ada yang cacat jadi kami dapat 400 pcs undangan.

Hasil akhirnya bagus menurut saya ya.. hahahhaaa, sesuai dengan ekspektasi saya.

IMG_20170616_112536
clean, simple and effective.

Ahh saya jadi pengen jadi tukang design undangan nih..  Mungkin bisa buat usaha ya… Hahahahahaaaa…

Salam ❤ ❤

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s