Posted in books, movie

PERFUME: THE STORY OF A MURDERER

Entah sejak kapan saya menyimpan film ini di hardisk saya.  Entah dapat dari mana saya juga sudah lupa. Entah pula kenapa saya tonton film ini semalam. Yang jelas film ini aneh banget… saking anehnya sampai saya masih kepikiran sepanjang hari. Saya kok masih gelisah berusaha menangkap pesan film ini. Jadi boleh lah saya tulis ya, supaya segala kebingungan saya bisa terkupas sedikit-sedikit.  🤓🤓Karena judulnya, saya mendapat kesan kalau ini adalah film detektif atau semacam misteri lah. Sayangnya sampai selesai nonton saya tetap tidak bisa mengklasifikasikan ini film masuk genre apa.
Ada pembunuhan dalam film ini, banyak banget malah. tapi rasanya kok sayang kalau film ini cuma disebut sebagai crime mystery thriller, Film ini ga seremeh itu.

Jadi ini film cerita apa to? Coba saya kupas pikiran saya yang mbundet ga jelas gara-gara film ini.

Tokoh utama dalam film ini bernama Jean-Baptiste Grenouille, kita sebut Jean-Baptiste saja ya biar ga repot. Nama belakangnya tuh susah amat ditulis kan. 😒😒
Setting filmnya sepertinya di Perancis atau Eropa sekitar negara itu lah. Periode waktunya entah kapan ga ngerti, yang jelas Eropa masih sangat kumuh dan kotorrr bangettt… ya ada sih part yang menunjukkan bagian mewah tempat tinggal bangsawan tapi dikit banget dan timpang banget. Hampir semua bagian dari film ini menunjukkan Eropa yang kumuh parah.

Jean-Baptiste lahir di pasar ikan, di kolong meja dagangan ikan milik ibunya lebih tepatnya. Kasian bener yak.
Awalnya Jean-Baptiste mau ditinggal begitu saja di kolong meja dagangan ikan tadi, tapi Jean-Baptiste mendadak menangis kencang sehingga mengagetkan semua orang di pasar. Tau kenapa bayi Jean-Baptiste menangis? bukan sekedar karena dia bayi ya terus dia nangis…
Tapi karena seketika dia lahir ke dunia ini,  dia mendadak menyadari semua bau yang ada sekitarnya. Gara-gara tangisannya itu, ibu Jean-Baptiste diteriaki pembunuh dan akhirnya dihukum gantung. Absurd nya film ini dimulai dari sini, ibunya dituduh membunuh padahal bayinya ga mati lalu dihukum gantung. sedangkan Jean-Baptiste diambil panti asuhan. 😑😑

Jean-Baptsiste terlahir dengan hidung super sensitif, paling sensitif sedunia kali ya. Dia mampu mencium segala macam bau di sekitarnya, bahkan dia lebih bisa mendefinisikan benda melalui bau atau aromanya dibandingkan dengan kata-kata. Karena kelebihannya ini lah dia dianggap aneh dan dijauhi oleh anak-anak lain sampai dia dijual ke tempat pengolahan kulit.

Petualangan Jean-Baptiste dimulai ketika dia pergi ke kota dan mencium banyak aroma asing yang baru. Salah satu aroma baru yang membuat Jean-Baptiste penasaran adalah aroma tubuh seorang gadis penjual jeruk yang dia temui di kota. Apesnya, Jean-Baptiste tidak mengerti cara berinteraksi dengan orang lain dan tidak sengaja membunuh gadis ini. Bahkan dia tidak paham kalau gadis ini meninggal. 😑😑 Setelah gadis ini meninggal, Jean Baptiste tetap berusaha menciumi aroma gadis ini. Sayangnya setelah meninggal aroma gadis ini jadi memudar dan hilang. Inilah awal mula mengapa Jean-Baptiste terobsesi ingin menyimpan aroma. 😓😓

perfume 2

Seolah diantarkan oleh takdir, Jean-Baptiste dikirim mengantarkan kulit (*lupa.kulit kambing kali ya?) ke seorang ahli parfum bernama Giuseppe Baldini. Mr. Baldini adalah ahli parfum yang sudah ditinggalkan oleh para penggemar parfum. Tokonya sudah sepi dari pengunjung. Ketika Jean-Baptiste datang untuk mengantarkan kulit, sebenarnya Mr.Baldini sedang berusaha mempelajari komponen yang ada dalam sebuah parfum dari toko lain yang sedang sangat trend kala itu.  Tapi karena kemampuan Mr. Baldini terbatas, dia tidak mampu menemukan komponen yang benar apalagi komposisi yang benar.💧💧

Secara ajaib Jean-Baptiste mampu untuk membuat ulang parfum yang sedang trend tadi dengan cara yang sangat bar-bar menurut Mr.Baldini. Jean-Baptiste mampu mengenali aroma setiap komponen yang ada dalam parfum itu lalu membuat ulang tanpa peralatan takar alias asal cemplung aja!

Jadi dia meminta Mr.Baldini untuk menebusnya dari tempat pengolahan kulit supaya dia bisa belajar membuat parfume. Namun niat Jean-Baptiste yang sesungguhnya adalah karena dia ingin menyimpan aroma yang dia inginkan.  Mr.Baldini setuju menebus Jean-Baptiste karena dia merasa bisa memanfaatkan bakat Jean-Baptiste untuk membuat parfum, dan benar saja popularitas toko parfum Mr.Baldini kembali melejit setelah Jean-Baptiste bekerja di sana.

Jean-Baptiste mulai melakukan eksperimen untuk mengekstrak aroma-aroma yang membuatnya tertarik. Lucunya dia sangat frustasi ketika gagal mengekstrak aroma logam, gelas dan batu…. bahahhahahaaaaa…. Mr.Baldini jadi ikutan bingung dengan kelakuan Jean-Baptise, plus laboratorium toko parfumnya yang rusak karena eksperimen Jean-Baptiste.

Akhirnya mereka berdua sepakat untuk melakukan perjanjian. Jean-Baptiste membuatkan 100 resep parfum untuk Mr.Baldini untuk ditukar dengan peta menuju Grasse, tempat dimana dia bisa belajar parfum lebih dalam. Sayangnya Mr.Baldini langsung meninggal saking bahagianya mendapat 100 resep parfum baru.
Semua orang yang berurusan dengan Jean-Baptiste memang ujung-ujungnya meninggal sih….

Long story short..

Selama di Grasse, Jean-Baptiste berhasil menemukan cara untuk mengekstrak  dan menyimpan aroma.  Termasuk aroma manusia, sayangnya manusia yang aroma nya ingin disimpan ini harus mati.

perfume 4

Mr.Baldini pernah menjelaskan bahwa untuk setiap parfum,dibutuhkan 12 macam komponen aroma, plus aroma ke-13 yang paling misterius. Jadi dimulailah The Jean-Baptiste’s Killing Frenzy.  Jean-Baptiste memburu gadis-gadis di Grasse untuk disimpan aromanya. Dia berhasrat untuk mengumpulkan ketiga belas komponen aroma untuk membuat parfume paling sempurna.
Geger lah satu kota dengan kasus pembunuhan berantai ini. Mayat gadis-gadis ini ditemukan di banyak penjuru kota dalam kondisi yang absurd.

perfume 3

Identitas Jean-Baptiste terbongkar ketika korban ke-13 nya tumbang. Parfum sempurna versi Jean-Baptiste rampung sudah. Tau apa yang terjadi ketika Jean-Baptiste menteteskan parfum itu ke dirinya? Tonton saja, pemirsa.  Aneh banget yang jelas. Siap-siap kesel aja lah.

Hmmmmm….ya gitu ceritanya.

Yang bikin saya kesel setelah nonton film ini adalah saya jadi benar-benar sirik sama Jean-Baptiste.
Bukan karena dia karakternya ga bagus atau ceritanya aneh banget… tapi saya sirik karena dia bisa cuma punya satu fokus saja. SATU saja!
Lucky you, Jean-Baptiste!

Jean-Baptiste hanya memiliki satu fokus saja sepanjang hidupnya, yaitu aroma. Udah sisanya ga ada lagi.  Ga peduli dia dengan yang lain.
Ok lah saya paham, Jean-Baptiste memang tidak pernah berinteraksi dengan ibu nya, lalu dia juga dijauhi oleh anak-anak panti asuhan lain ketika dia masih kecil karena dirasa aneh.  Pun ketika dia bekerja di tempat pengolahan kulit dan toko parfum, majikannya hanya memanfaatkan Jean-Baptiste saja. So, there is no point to care for them. Iya to? Sapeee luu emang, sampe musti gw pikirin…. gitu lah ibaratnya. Pola pikir Jean-Baptiste terisolasi dan jadi sangat original, tanpa pengaruh orang lain. 😷😷

Jean-Baptiste sampai bisa pergi ke kota lain lalu membunuh banyak orang untuk mengejar mimpinya menciptakan parfum terbaik lho. *ya bagian membunuhnya ga bener juga sih,,,😅😅 tapi saya kok merasa hebat banget kalau sampai ada orang yang bisa berbuat semaksimal itu untuk mimpinya. 👍👍

Sampai beberapa waktu yang lalu saya juga gitu sih. I want it, I work it out, I get it... 💪💪 cuma ya nyali saya ga segede Jean-Baptiste. Saya mah cupu penakut… Kalau ga kepepet banget saya ga akan tanya sama orang, saya pikirin aja sendiri gimana caranya sampe bego. Jadi pikiran saya sama terisolasinya dengan Jean-Baptiste.  Semua keputusan yang saya ambil ya asalnya dari saya sendiri. Mau gagal atau berhasil ya urusan saya. 😂😂😂

Apesnya makin tua, kita makin akan sering bersinggungan dengan orang lain. Mau tidak mau ya musti mulai aja gitu berurusan dengan orang lain. Tau deh kapan mulainya…  Entah keluarga sendiri, dengan pasangan dan keluarganya, rekan kerja, atasan dan makin lama makin banyak orang yang masuk ke hidup kita. Their opinion become important. Ya ga penting-penting amat sih kalau menurut saya… hahahahaaa… 🤭🤭 belum se-setress itu saya mikirin pendapat orang, but it start to bother me a bit. 

Kira-kira kalau saya bikin ini, yang itu tersinggung ga ya… kalau saya bilang ini kira-kira aneh ga ya… Kira-kira kalau saya sejujur ini, saya bakal dibenci ga ya…. Blahh!!

Saya kok jadi kangen masa-masa dimana saya yang tanpa pengetahuan apa-apa ini bebas mau bikin apa saja tanpa berpikir lingkungan saya merasa apa. Macam Jean-Baptiste gitu lah… mungkin saya juga punya bakat psikopat macam Jean-Baptiste..ok skip. 🙃🙃
Saya pernah ada di masa ga peduli bagaimana orang memandang saya dan pola pikir saya yang seringnya menyimpang… walah. 😅😅 Toh semua saya tanggung sendiri kok akibatnya… Saya paham benar bahwa saya ga bisa minta tolong atau minta apa pun ke orang lain,,,jadi ya semua kelakuan saya pasti masih di area yang kalau apes misalnya ancur banget hasilnya. Saya ya masih bisa hidup dengan hasil dari tindakan saya.. masih bisa ketawa-ketawa malahan. 😅😅 semua masih dalam perhitungan saya lah. buktinya ya saya masih happy-happy aja sekarang.

Padahal kayaknya sih ini lebih ke arah saya ga tau aja kalau asal ngomong itu bisa bikin kita dibenci. Ga paham kalau yang saya lakukan itu ga umum… hahahahahahaa… otak saya terlalu terisolasi karena ga pernah nanya dan ga pernah main keluar. 😅😅

“Ignorance is a bliss.”

Mas Jean-Baptiste, I am jealous of you. You and your ignorance.

Saya mungkin tidak akan kembali ke masa-masa bebas dan ngawur tapi sangat indah tadi. 😅😅 Karena sekarang saya juga paham kalau orang itu bisa sakit hati cuma karena tindakan atau perkataan orang lain. Dan tentu saya ga mau dong jadi orang yang gampang bikin orang lain sakit hati. Karena repot banget urusannya kalau udah sampai ada sakit hati. Orang jaman sekarang rasanya makin oversensitive tapi ga konsekuen. Kalau kesenggol dikit aja bisa baper abis,,tapi omongan dan tindakan sendiri ga dijaga. Jangan lah jadi orang semacam itu, nak.  😂😂

Jadi solusinya apa ya? jalan tengah untuk kebebasan yang selalu saya sukai ,tapi tanpa perlu bersinggungan dengan orang lain. Ganggu juga sih kalau tiap kali musti lihat pendapat orang dulu… Ada ga ya caranya tapi? Hambuh.. saya belum nemu yang cara yang mutakhir.😅😅  mungkin nanti ya akan ketemu sendiri solusinya.. ga perlu buru-buru juga to.

Ya untuk saat ini sih yang bisa saya lakukan cuma belajar untuk menahan diri. 🤐🤐Kalau orang-orang katanya musti belajar to speak up, I shoud learn to shut up 😅😅… Tidak semua harus disampaikan. Lihat situasi dan kondisi. Ga semua orang bisa mendengar hal-hal yang blak-blakan. Kadang harus diolah dulu. Bukan untuk niat menjilat, cuma untuk mencegah salah tankep aja… Biar ga repot di kemudian hari.
Jadilah lebih pintar, tapi juga lebih peka. Itu aja sih paling.😅😅 Yang penting tetap jadi diri sendiri. Peka terhadap suara di kepala kita, tapi peka juga dengan perubahan suasana di sekitar.
Bagaimanapun juga you should never lose yourself to please other. Makanya musti makin pinter, biar nemu jalannya.  Orang dewasa memang rumit ya.. 😑😑

Satu Jean-Baptiste aja kok bisa bikin mikir banyak gini to ya.. selow banget emang hidup saya..😑😑

Salam.❤️️❤️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s