Posted in Uncategorized

REVIEW MINI SERIES CHERNOBYL HBO

OK. Bahas mini series Chernobyl aja lah ya…

Saya tuh sudah rencana banget untuk menulis review tentang serial Game of ThronesThe spectacular Game of Thrones. The –harus banget nonton-Game of Thrones. 

Tapi ya berhubung season 8 nya sungguh mengkhianati hati dan jiwa saya, jadi ya ga jadi wes. Mutung aku,gaes.  Tidak ada yang bisa saya petik dari ending nya GOT itu. Bahkan mungkin setiap episode di season 8 itu kok ga bagus menurut saya.

Ceritanya ya yang ga bagus.
Kalo cast, lalu setting dan sinematografisnya mah perlu dikasih penghargaan sebesar-besarnya deh. Muantep banget gambarnya. apik. Tapi ceritanya iku lhoooo… sungguh amat sangat jauh dari kompleksitas GOT yang sudah-sudah. Mekso sekali ben cepet tamat. Sungguh sangat terasa meksonya.

thanos

Pak Thanos ga mau ngilangin kecamatan Westeros aja ?

Pak, Buk.. itu Night King dkk udah jalan kaki 7 seasons lohhh…. mosok cuma dapet berapa scene gitu sih . Njuk matek begitu saja… Hore. Sudah. Ayo bubar.

Untung saja kesel saya terobati dengan mini series Chernobyl yang tayang hari Selasanya.  GOT kan Senin malem tuh.
He eh, gaes. Demi GOT season 8 ini saya langganan tv kabel biar bisa nonton HBO. Kurang totalitas apa coba. Walo daku fans karbitan yang maraton 7 seasons, nonton bajakan pula tapi aku tobat loh..  niat loh ini demi si sisen finale.. tapiii apaaa yang kudapat apaaaaaa….

tega

Ahh sudah lah mari kita tinggalkan GOT s8 , kita kenang 7 seasons sebelumnya saja. Sudah yuk beneran bahas Chernobyl sekarang.

CHERNOBYL 1

Mini series ini cuma 5 episode saja dan nendang banget dari awal. Semacam baru 10 menit awal saja sudah nendang. Captivating lah istilahnya.

Mini series ini tentu saja mengangkat kisah Bencana Nuklir Chernobyl yang sungguh sangat legend sekali itu. Kejadiannya di tanggal 26-April-1986 dekat kota Pripyat di Ukrainian SSR (Uni Soviet) –> ini saya contek dari Wikipedia ya daripada salah.  Pada tanggal tersebut reaktor no 4 dari dari Pembangkit Listrik tenaga Nuklir Chernobyl meledak. Exploding. Meleduk.

Yang mana sungguh sangat tidak masuk akal untuk sebuah reaktor nuklir meledak. Secara teori, reaktor nuklir didesain sedemikian rupa supaya tidak mungkin meledak. Tidak mungkin.

Netijen julid mah pasti langsung bilang : ya gitu lah kalau takabur. namanya bikinan manusia ya pasti bisa meleduklah.

Gini lho jen, netijen… yang namanya mendesain plant ato pabrik gitu tuh proteksinya akan sangat berlapis. kayak iklan wafer tu lhooo… berapa lapis ratusaaannn….

Jadi kalau sistem A gagal , akan ada sistem  yang akan overcome kegagalan itu.  Kalau masih gagal lagi, akan ada sistem lain untuk overcome lagi. Begitu terus sampai dirasa secure. Pabriknya bisa aman, orang-orangnya bisa selamet. Semakin berbahaya jenis pabriknya makin dipikirkan lah proteksinya. Dan ini Nuklir Power Plant, Pak. Level kewaspadaannya pasti ultimate. Layer of Protection nya akan  amat sangat ketat. Potensi hazard tertinggi dari Nuclear Power Plant adalah inti (core) reaktor meleleh. Bukan meledak.

Power Plant Nuklir ini sudah didesain dengan mengeliminasi potensi meledak tadi.  (Kalau hazard yang inti reaktor meleleh itu ga bisa dieliminasi, jadi ya cuma pakai layer of protection tadi).

Ngono lhoo,jenn…. Ga mudeng ya..sama siy..loh??. Nontono makane.

Di sini nih mini series mengangkat ceritanya :

Kejadian apa yang sampai bisa memungkinkan sebuah reaktor nuklir meledak?? Siapa atau Apa yang salah??

Investigasi insiden ini dilakukan oleh  Valery Legasov , semacam kepala BATAN nya Rusia Uni Soviet gitu lah kalau ga salah.
Tadi di atas saya sebut kalau mini series ini captivating dalam 10 menit pertama. Kenapa? karena 10 menit pertama episode 1 mini series ini menceritakan 2 tahun setelah insiden tersebut,  Legasov yang merekam hasil investigasinya. Menceritakan mekanisme kejadian demi kejadian yang menyebabkan ledakan reaktor no 4 tersebut serta siapa yang bertanggung jawab dalam insiden ini.

Legasov menyembunyikan rekaman itu lalu dia gantung diri.

legasov
Valery Legasov menjelaskan ‘how to explode a nuclear reactor’

Dah episode 1 dibuka  seperti itu dan dilanjutkan mundur ke waktu terjadinya insiden. Meledaklah si reaktor no 4 tersebut.
Di control room Anatoly Dyatlov -chief engineer, menelepon petugas pemadam kebakaran dan memerintahkan para bawahannya untuk melakukan prosedur keselamatan ketika power plant mati. Dyatlov ini denial dan berusaha menutupi fakta bahwa reaktornya njebluk.

Beberapa engineer bawahan Dyatlov yang sedang di lapangan sudah dengan panik menjelaskan bahwa reaktornya meledak, tetapi tetap saja Dyatlov bersikeras bahwa ini hanya kejadian shutdown biasa. Bahkan dia melaporkan ke atasannya bahwa tingkat radiasinya hanya 3.6 rontgen/hour yang mana itu ok. Tidak bagus tapi ya tidak jelek.

Masalahnya alat deteksi yang dipakai oleh Dyatlov ini angkanya maksimal 3.6 r/h tadi. Dengan kejadian ledakan semacam itu ya pasti radiation metering nya akan menunjukkan maksimal dong. Tapi ya ga serendah itu. Pakai meteran yang lebih tinggi harusnya. Padahal level radiasi yang sesungguhnya di reaktor tersebut minimal mencapai 20.000 r/h.

Walau ga paham tentang level radiasi tadi tapi 3.6 ke 20 ribu itu ya juauuhhh dongggg.

Para petinggi (negara?) dan orang-orang penting segera rapat. Tadinya masih santai-santai saja, karena basis nya masih laporan Dyatlov. Perlu diingat bahwa Soviet itu negara komunis yang sedang perang dingin dengan Amerika. Jadi memang kejadian ini tidak boleh bocor keluar.

Legasov sang kepala BATAN ini awalnya diminta untuk menjelaskan bahwa kondisi baik-baik saja. Sekalian propaganda. Tapi Legasov ya setress dong liat kondisi reaktor sudah terbuka dengan ledakan itu.

Apalagi karena informasi yang salah, orang-orang jadi tidak aware bahwa kota ini dan negara ini bahkan benua Eropa sedang dalam bahaya. Banyak penduduk yang nonton kebakaran power plant ini dari dekat. Lalu para petinggi partai komunis dan negara yang menolak untuk melakukan evakuasi penduduk karena tidak mau berita tentang insiden ini bocor keluar.

Wis rameeeee pokoknyaaa dengan Legasov terjepit di tengah-tengah kepentingan propaganda negara dan informasi bahaya sesungguhnya dari insiden ini. Bagaimana pertentangan hati Legasov yang galau mau membuka semua kebenaran dengan konsekuensi mati dibunuh sama petinggi negara atau diem aja mengikuti instruksi petinggi partai dan negara.

Konon katanya Legasov sengaja bunuh diri supaya para petinggi dan pengambil kekuasaan itu serius dengan kondisi paska insiden yang sesungguhnya. Bahwa ini ga main-main dan stop propaganda aman tentram damai gitu lhooo..

Pada episode terakhir Legasov menjelaskan hasil investigasinya dengan jujur di pengadilan Bryukhanov, Dyatlov,  and Fomin.  Ketiga orang ini lah yang dituduh bertanggung jawab terhadap insiden ini.
Ya betul mereka bertanggung jawab, tapi ada yang lebih salah lagi dari mereka bertiga. Siapa? Nontonlah kisanak.

dyatlov
Bryukhanov, Dyatlov,  and Fomin Trial

Mini series ini bagus banget secara sinematografi. Tone gambarnya kuning kumel gimana gitu, yang semakin mendukung suasana tegang dan gloomy masa itu. Kostum dan setting nya pun prima. Sangat identik dengan masa 1986 di negara komunis Unisoviet. Dan tentu saja script  jalan ceritanya ok punya.
Sangat terasa suasana mencekam korban-korban radiasi yang sangant grafis (sereeeemm sumpaaahhh.. T__T) dan kepatuhan yang kadang konyol dari orang-orang yang harus mengikuti instruksi para atasan ini.

Apik gaes,,, nontonlah.

Tapi ya Why this mini series is very close to my heart?

Karena saya pernah ada di posisi rakyat Pripyat pas insiden Chernobyl itu.

Bukan dong, saya belum pernah ke sono, apalagi pas jaman Chernobyl. Masa saya seangkatan ma Dyatlov. Tidak dong.

Gini gaes.

Tahun 2011, Maret tanggal 11 tepatnya, saya ikut mengalami Gempa Tohoku Jepang yang  9 skala richter itu. Saya sedang kerja di lantai 30 saat gempa. Dan itu horroooorrrr…. Gedung kantor waktu itu katanya memang didesain untuk tahan gempa (sampai 9 skala richter katanya,.. pas bener), sehingga waktu gempa itu orang-orang Jepang di sekitar saya panik-panik-enggak. Kalau saya ya panik-panik-panik dong.

Gempa itu sendiri sebenarnya sudah cukup menghebohkan ya. Tapi setelah itu sorenya ada berita tentang Reaktor Nuklir Fukushima yang bocor. Inti reaktornya meleleh. Si Fukushima ini juga Nuclear Power Plant. Hmmmm… piye iki piye…

Sebagai anak yang baru kerja belum sampai setahun lalu dikirim ke negara orang tentu saja saya ga ngerti musti apa. Keluarga di Indonesia panik dan heboh ga karuan. Apalagi pemberitaan di Indonesia sepertinya lebih bombastis dibanding di Jepang ya.

Lalu apa yang terjadi ? I felt alone. Ya ga melow gitu sih.. cuma saya sadar bahwa pada akhirnya saya sendiri. Atasan saya di Jepang menanyakan apakah saya akan pulang ke Indonesia atau tidak. Saya tidak bisa jawab. Perusahaan di Indonesia pun tidak bisa mengambil keputusan untuk menarik orang-orang yang dikirim ke Jepang.

Paham saya ini keputusan sulit. Tapi minimal ya komunikasi yang bagus gitu. Nah ni saya juga jadi paham kalau saya harus semakin belajar komunikasi yang baik dan luwes.

Jadi pulang tidak nya saya akan menjadi keputusan saya sendiri gitu lho. Bukan perusahaan. Tapi kalau misalnya mau pulang ni, konsekuensinya juga tidak di breakdown. Apakah akan ada kompensasi/konsekuensi karena tidak menyelesaikan tugas misalnya. Simpang siur lah. intinya you’re on your own. Wadidaaawwwww…..

Ya begitu lah.. but I see how people really are. Belajar banyak saya. Ada yang plintat-plintut. Ada yang sebenernya protes tapi ga berani langsung dan nyuruh orang. Ada yang memanfaatkan situasi dengan mendekati para atasan. Banyak banget yang aneh-aneh.

Saya ni sebelum kejadian ini cuma anak Magelang yang lulus sekolah di Jogjakarta ya.. di Magelang atau Jogja tentu orang-orangnya sifat dan perilakunya mirip-mirip. Ya kalau beda ga njomplang banget lah. Tapi begitu saya ke Jakarta, lalu ke Jepang dan bertemu orang-orang Indonesia yang jauh dari rumah ini. Woooo… saya baru ngeh kalau orang tuh bisa macem-macem ya perilakunya. Kadang ya kok pait banget, kadang kok kocak banget..

Ehh tapi ada satu lagi yang saya ingat. Besokannya setelah gempa dan heboh nuklir itu, di meja kerja saya (he eh tetep ngantor, bingung soalnya) pagi-pagi ada beras 2 kg, susu 2 karton dan roti. Ternyata Department Manager saya yang naroh. Padahal ga pernah ngobrol loh kita.

Katanya karena saya orang Indonesia satu-satunya di department itu, ada beberapa orang Filipina saat itu dan mereka ada koordinatornya gitu lah. Kalau saya kan kaya anak ayam nyasar to. Katanya lagi siap-siap, paska kejadian begini orang Jepang akan borong bahan makanan. Supermarket akan kosong. (Dan bener!!!) katanya kalau abis bilang aja.

Aaaaaaaa akuu meleleh macam inti reaktor Fukushima. Ternyata saya ga sendiri-sendiri amat. …

Salam

2 thoughts on “REVIEW MINI SERIES CHERNOBYL HBO

  1. I’ve never clicked a post link so fast! Hahahaa.. kangen tulisanmu Mbaaa.
    How’s everything?

    Kamu ngga tau seberapa hancur hati aku ngeliat Season 8 GOT!
    I will never forgive D&D for what they did to my beloved Night King.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s